KBMTV ID

NATO Kerahkan Ratusan Jet Tempur dan Ribuan Pasukan Dalam Konflik Rusia Ukraina

NATO
Pasukan NATO mulai berdatangan untuk hadapi konlik Rusia Ukraina

Ukraina, KBMTV ID – Akhirnya ┬áNATO merespons terkait invasi Rusia terhadap Ukraina.

NATO pada akhirnya menerjunkan ribuan pasukan dan ratusan jet yang disebut untuk mencegah konflik meluas ke negara-negara sekutunya.

Ribuan tentara NATO tersebut bersiaga di darat, laut, dan udara.

Dilansir KBMTV  via CNA, Sabtu (26/2), Kepala NATO Jens Stoltenberg mengatakan, bahwa pasukan Ukraina sudah bertempur dengan berani hingga menimbulkan kerusakan pada pasukan Rusia.

“Ini masih situasi yang cair. Apa yang telah kita lihat adalah bahwa pasukan Ukraina bertempur dengan berani dan benar-benar mampu menimbulkan kerusakan pada pasukan Rusia yang menyerang,” kata Stoltenberg setelah pertemuan dengan para pemimpin NATO, pada Jumat (25/2/2022), dikutip dari CNA.

Stoltenberg menyebut bahwa invasi Rusia telah mengancam keamanan Eropa yang lebih luas di luar anggota non-NATO Ukraina.

Invasi ini dikatakan oleh Stoltenberg dilakukan secara penuh dan bertujuan untuk mengubah pemerintah Ukraina.

Pasukan NATO (NRF) dan juga kekuatan udara telah diterjunkan di sisi timur Ukraina.

Ia menyebut bahwa sekutu telah mengaktifkan rencana pertahanan.

Ribuan tentara NRF telah disiagakan di darat, laut, dan udara.

Stoltenberg mengungkapkan, ada 100 jet yang bersiaga tinggi dan beroperasi dari 30 lokasi berbeda.

Selain itu juga ada 120 kapal dari utara hingga Mediterania.

Stoltenberg mengklaim bahwa tindakan ini untuk menjaga perdamaian dan mencegah serangan di Ukraina meluas ke negara atau sekutu NATO.

Meski begitu ia tak merinci soal pengiriman pasukan tersebut.

NATO saat ini memiliki 40 ribu personel dan mencakup 8 ribu kontingen dengan kesiapan tinggi di seluruh matra.

Juru Bicara Pentagon, John Kirby mengatakan, AS saat ini telah memiliki pasukan di Eropa.

Sebanyak 7 ribu orang diperintahkan untuk dikerahkan ke Jerman pada pekan ini.

Pengerahan pasukan ini dilakukan setelah Presiden Volodymir Zelensky merasa sedih karena harus berjuang sendiri.

Zelensky menyinggung negara-negara dunia yang tak ikut membantu negara tersebut.[]