KBMTV ID

Aktor Laga Iko Uwais Jalani Pemeriksaan di Polres Metro Kota Bekasi

Iko
Ilustrasi, Iko Uwais dalam sebuah film aksi hollywood "The Expendables 4" bersama Jason Statham. | Instagram Jason statham.

Bekasi, KBMTV.ID – Iko Uwais keluar ruangan pemeriksaan sekitar pukul 20.48 WIB, Jumat  (17/6/2022) di Polres Metro Bekasi, usai jalani pemeriksaan perdananya.

Awalnya Iko dan satu orang terlapor lainnya, yakni Firmansyah seharusnya diperiksa pada Selasa (14/6) kemarin. Namun, keduanya berhalangan hadir sehingga hari ini dijadwalkan kembali untuk diperiksa.

Berdasar berita yang dilansir KBMTV dari detikcom, Iko keluar ruangan pemeriksaan sekitar pukul 20.48 WIB sambil tersenyum.

“Alhamdulillah saya terfasilitasi. Alhamdulillah lancar,” kata Iko.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Ivan menyatakan Iko masih berstatus saksi.

“Lalu akan kami lakukan penelitian, analisa, untuk mekanisme pemeriksaan selanjutnya,” kata Ivan seperti dikutip Detikcom.

Iko Uwais sebelumnya dipanggil polisi untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pengeroyokan pria bernama Rudi di Bekasi.

Iko dituduh menganiaya Rudi terkait pembayaran kontrak kerja sama.

Iko Uwais pun dilaporkan oleh Rudi ke Polres Metro Bekasi Kota terkait dugaan penganiayaan. Laporan ini terdaftar dengan nomor LP/B/1737/VI/2022/SPKT: Sat Reskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya.

Pencemaran Nama Baik

Merespon hal itu, Iko pun melaporkan balik Rudi dan istrinya Vitria Mahardika Inda ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan pencemaran nama baik. Laporan diterima dengan nomor LP/B/2895/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

Melalui pernyataan kuasa hukum, Iko mengaku telah difitnah. Ia juga mengatakan pemukulan dilakukan lantaran dia harus membela diri.

Iko mengklaim pihak Rudi yang lebih dulu melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepadanya.

Iko mengaku bekerja sama dengan Rudi dan telah membayar jasanya sesuai termin. Namun, di tengah proyek, ia menuturkan respons Rudi kurang menyenangkan ketika ditagih soal progres pekerjaannya sesuai perjanjian.

Iko juga mengatakan dia sudah mengajak bertemu beberapa kali untuk membicarakan kelangsungan kerja sama mereka namun Rudi diklaimnya selalu berusaha menghindar.

“Ketika kita bisa bertemu, respons kurang baik ditunjukkan oleh saudara Rudi yang kemudian memicu sedikit ketegangan, berlanjut dengan penyerangan secara fisik kepada saya,” ucap Iko.

“Ketika dilihat semakin memanas, kakak saya muncul ingin melerai namun justru disambut dengan tindak kekerasan fisik oleh saudara Rudi kepada kakak saya juga. Nah, disitulah saya terpaksa melakukan sikap membela diri terutama untuk melindungi kakak saya,” jelas Iko menambahkan.[]