KBMTV ID

Memo Bos Google: “Kami tidak kebal terhadap hambatan ekonomi.”

sundar
Alphabet induk perusahaan google bersiap hadapi situasi ekonomi global yang ak menentu. Kwartal ini Google mengalami penurunan pendapatan sebesar 13 persen. | Foto: AFP, Getty Image

KBMTV.ID – Alphabet induk perusahaan Google pada Selasa (26/7) melaporkan pendapatan pada kuartal kedua secara berturut-turut melemah dari perkiraan. Pertumbuhan pendapatan melambat menjadi 13% pada kuartal yang sama dibanding 62% tahun sebelumnya.

Google pada 2021 mendapat manfaat dari pembukaan kembali pandemi pasca-Covid dan belanja konsumen meningkat. CFO Ruth Porat memperkirakan beberapa tantangan akan berlanjut dalam waktu dekat,  tetapi perusahaan tidak merincinya secara resmi.

Sementara dari sisi pertumbuhan pegawai pada kuartal kedua, Alphabet mengatakan jumlah pegawainya naik 21% menjadi 174.014 karyawan penuh waktu,  dibanding 144.056 tahun sebelumnya.

Sebagai akibat dari pertumbuhan pendapatan dan karyawan, perusahaan mengatakan bulan lalu akan memperlambat investasi untuk perekrutan dan hingga 2023. Dengan kata lain, Google berkemungkinan tidak akan menerima perekrutan karyawan baru.

Mengutip dari CNBC Internasional, pada pertemuan rutin manajemen Alphabet, Rabu (27/7), perusahaan induk Google dengan karyawan. Suasana dalam pertemuan rutin tersebut berbeda dengan biasanya.  

Ada nuansa penting dan mendesak (urgent) setelah perusahaan mengumumkan rencana PHK.

CEO Sundar Pichai menilai produktivitas di Google belum mencapai level yang mereka butuhkan.

“Saya ingin memberikan beberapa konteks tambahan setelah hasil dari pendapatan kami, dan meminta bantuan Anda juga,” kata Pichai membuka pertemuan.

Mengacu pada laporan pendapatan Q2 perusahaan. “Jelas kita menghadapi lingkungan makro yang menantang dengan lebih banyak ketidakpastian di depan,” imbuhnya.

Perampingan Karyawan

Dalam sebuah memo kepada karyawan, Pichai mengatakan, “Kami tidak kebal terhadap hambatan ekonomi.”

“Jelas kita menghadapi lingkungan makro yang menantang dengan lebih banyak ketidakpastian di depan,” kata Pichai dalam pertemuan tersebut.

Para eksekutif pun membahas kekhawatiran karyawan tentang potensi PHK. Salah satu pertanyaan teratas soal isu perampingan karyawan.

“Mengingat pernyataan Sundar Pichai yang akan mempertajam fokus Google, ‘berarti mengkonsolidasikan di mana investasi tumpang tindih dengan proses perampingan karyawan,’ haruskah kita menghadapi PHK?” tanya para eksekutif.

Pichai menyerahkan pertanyaan itu kepada chief people officer Google, Fiona Cicconi.

Cicconi mengatakan perusahaan masih merekrut dan tidak memiliki rencana untuk PHK sekarang ini.

“Kami meminta tim untuk lebih fokus dan efisien dan kami juga sedang mencari tahu apa artinya itu sebagai perusahaan. Meskipun kami tidak dapat memastikan ekonomi di masa depan, kami saat ini tidak ingin mengurangi tenaga kerja Google secara keseluruhan,” jelas Cicconi.

“Saya benar-benar mengerti bahwa ada beberapa kekhawatiran soal ini (isu PHK), berdasarkan apa yang kami dengar dari perusahaan lain dan apa yang mereka lakukan dan seperti yang disebutkan Sundar,” lanjutnya.

“Kami masih merekrut karyawan untuk beberapa peran penting,” kata Cicconi.

Dia meminta karyawan untuk mengingat, bahwa perusahaan pada tahun ini melakukan perekrutan terbesar dalam sejarah perusahaan.

Produktifitas Karyawan

Mengantisipsi kondisi global yang tak menentu, Google meluncurkan upaya baru yang disebut “Simplicity Sprint”.  Upaya ini untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan fokus karyawan selama keadaan ekonomi yang tidak menentu.

Rencana ini diungkapkan dalam pertemuan antara manajemen Alphabet, induk usaha Google, dengan karyawan.

Pichai mengatakan produktivitas di Google belum mencapai tingkat yang mereka butuhkan.

“Saya ingin memberikan beberapa konteks tambahan setelah hasil pendapatan kami, dan meminta bantuan Anda juga,” kata Pichai.

“Mengacu pada laporan pendapatan Q2 perusahaan. Jelas kita menghadapi lingkungan makro yang penuh tantangan dengan lebih banyak ketidakpastian di depan,” imbuhnya.

“Ada kekhawatiran nyata bahwa produktivitas kita, secara keseluruhan belum mencapai kebutuhan berdasarkan jumlah karyawan saat ini,” tandasnya.

Di akhir pertemuan itu, Pichai memperkenalkan Simplicity Sprint.

Simplicity Sprint merupakan model untuk mengumpulkan ide-ide pengembangan produk yang lebih cepat.

“Sprint” adalah istilah yang sering digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, oleh perusahaan rintisan teknologi untuk menunjukkan dorongan singkat dan terfokus menuju tujuan bersama.

Pichai mengatakan karyawan melalui survei itu untuk berbagi ide hingga 15 Agustus,  melalui survei internal yang menanyakan apakah manajemen dapat menghubungi jika mereka memiliki pertanyaan lanjutan.

“Ini adalah upaya bagi perusahaan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih cepat.” kata Pichai selama pertemuan.

Kendati demikian, isi survei yang terlihat oleh CNBC Internasional menunjukkan pertanyaan apakah bisa untuk memangkas pada area tertentu.

Pertanyaan dalam survei itu salah satunya, “Apa yang akan membantu Anda bekerja dengan kejelasan dan efisiensi yang lebih baik untuk melayani pengguna dan pelanggan kami?”

Selain itu ada pula pertanyaan, “Di mana kita harus menghilangkan rintangan yang menghambat kecepatan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan lebih cepat?”

Pertanyaan lainnya, “Bagaimana kita bisa menghilangkan pemborosan dan tetap berwirausaha dan fokus saat kita tumbuh?”

Sebelumnya pada bulan Mei, Alphabet mengumumkan akan merombak proses evaluasi kinerja yang akan berimplikasi pada kenaikan gaji, selain akan mengurangi birokrasi seputar kompensasi dan kenaikan gaji.[]