KBMTV ID

Akhirnya RS Indonesia di Gaza Berhenti Operasional

petugas kesehatan RS Indonesia di Gaza tengah melakukan tindakan dengan bantuan penerangan dari Telepon Selular (16/11/2023) | Reuters /Fadi Alwhidi

KBMTV | Rumah Sakit Indonesia di wilayah utara Gaza lumpuh total, menyusul setelah rumah sakit Al-Shifa berhenti beroperasi.

“Kami tidak bisa menawarkan layanan apa pun lagi… kami tidak bisa menawarkan tempat tidur apa pun kepada para pasien,” tutur al-Kahlout saat kepada Al Jazeera pada Kamis (16/11/2023) waktu setempat.

Al-Jazeera melaporkan pada Jumat (17/11/2023), situasi terkini di RS Indonesia itu melaporkan dari koresponden Al Arabiya di lapangan yang mewawacara Direktur RS Indonesia Atef al-Kahlout.

Kini rumah sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza benar-benar telah berhenti beroperasi karena kurangnya pasokan dan banyaknya pasien, Atef al-Kahlout mengatakan kewalahan menangani banyaknya korban luka.

al-Kahlout bahwa departemen-departemen yang ada di RS Indonesia ‘tidak bisa melaksanakan tugas-tugas mereka’. Para tenaga kesehatan di rumah sakit itu menyebut adanya kekurangan pasokan yang parah.

“Kami tidak memiliki tempat tidur,” ungkap salah satu tenaga kesehatan RS Indonesia, ¬†saat mendampingi koresponden Al Jazeera berkeliling gedung rumah sakit.

“Orang ini membutuhkan unit perawatan intensif,” imbuhnya, sembari menunjuk ke seorang pemuda yang terletak di lantai saat ditangani oleh seorang perawat.

“Dan (di sini),” ujar tenaga kesehatan itu sambil menunjuk seorang pasien yang kakinya diamputasi, “Kami tidak mempunyai obat”.

“Kami menerima orang-orang yang terluka dari Wadi Gaza hingga Beit Hanoon. Beberapa dari mereka telah berada di sini selama 10 hari,” sebutnya.

Al-Kahlout menuturkan bahwa sedikitnya 45 pasien di RS Indonesia membutuhkan ‘intervensi bedah segera’.

RS Indonesia memiliki kapasitas untuk 140 pasien, al-Kahlout mengatakan ada sekitar 500 pasien yang berada di dalam rumah sakit. Dia bahkan menyatakan dirinya meminta ambulans untuk ‘tidak membawa lebih banyak orang-orang yang terluka’ ke rumah sakit itu karena kurangnya kapasitas.[]